Kategori Daftar Tamu Intimate Wedding

Siapa Saja yang Diundang?

1. Keluarga Inti (15)

Dalam intimate wedding, keluarga inti tentu menjadi prioritas utama. Kehadiran mereka bukan hanya soal tradisi, tetapi juga restu dan dukungan di hari bahagia. Keluarga adalah orang-orang yang telah menemani perjalanan hidup pengantin sejak kecil, sehingga momen spesial ini akan lebih bermakna jika mereka ada di sana.

Selain itu, kehadiran keluarga dekat juga menciptakan atmosfer yang lebih akrab dan hangat. Dalam suasana pernikahan yang lebih intim, interaksi dengan keluarga bisa lebih personal, memungkinkan setiap momen diresapi tanpa harus terburu-buru menyapa banyak tamu.

Orang Tua & Saudara Kandung (5 orang)

Kedua orang tua dan saudara kandung dari kedua belah pihak wajib ada dalam daftar. Mereka adalah bagian terpenting dalam hidup pengantin dan kehadiran mereka tidak tergantikan. Pernikahan adalah momen istimewa bagi mereka, di mana mereka bisa berbagi kebahagiaan dan memberikan restu secara langsung.

Saudara kandung juga biasanya berperan aktif dalam pernikahan, entah sebagai pengiring pengantin, MC, atau sekadar pendukung emosional yang selalu siap membantu. Mereka adalah orang-orang yang paling memahami perjalanan cinta pengantin, sehingga kehadiran mereka sangat berarti.

Kakek, Nenek & Sepupu Dekat (5 orang)

Jika memiliki hubungan erat dengan kakek-nenek atau sepupu tertentu, mereka juga layak diundang. Kehadiran kakek-nenek di pernikahan sering kali menjadi momen yang menyentuh, terutama jika mereka telah menantikan hari bahagia cucunya.

Sepupu yang dekat juga sering kali dianggap sebagai saudara sendiri. Jika memiliki hubungan yang erat sejak kecil, kehadiran mereka bisa menambah kebahagiaan dan kehangatan dalam acara. Tapi, seleksi tetap diperlukan agar jumlah tamu tetap sesuai konsep intimate wedding.

Paman & Bibi Terdekat (5 orang)

Tidak semua paman dan bibi perlu diundang, terutama jika hubungan kurang dekat. Pilih yang benar-benar memiliki peran penting dalam kehidupan calon pengantin, misalnya yang pernah membantu membesarkan atau memiliki ikatan emosional yang kuat.

Bagi banyak orang, paman dan bibi sering kali berperan seperti orang tua kedua. Jika mereka memiliki kedekatan khusus, mengundang mereka juga bisa menjadi bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas peran mereka dalam hidup pengantin.

2. Sahabat (15)

Selain keluarga, sahabat adalah bagian dari support system yang selalu ada dalam suka dan duka. Dalam intimate wedding, hanya sahabat yang benar-benar dekat dan memiliki ikatan emosional yang sebaiknya diundang. Kehadiran mereka akan menambah suasana hangat, penuh cerita, dan tawa tanpa tekanan formalitas.

Sahabat Seumur Hidup (5 orang)

Teman yang sudah seperti keluarga sendiri tentu wajib masuk dalam daftar. Mereka adalah orang-orang yang selalu hadir dalam berbagai fase kehidupan calon pengantin, baik saat senang maupun sulit.

Sahabat sejati bukan hanya datang untuk menghadiri pernikahan, tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan dengan tulus. Mereka bisa menjadi orang yang menghibur, mendukung, dan membuat suasana pernikahan semakin menyenangkan.

Teman Masa Kuliah (10 orang)

Jika memiliki teman kuliah atau rekan kerja yang sangat dekat, mereka bisa diundang. Namun, batasi jumlahnya agar tetap sesuai konsep intimate wedding.

Teman kuliah dan kerja sering kali menjadi bagian dari perjalanan hidup yang penting, terutama bagi pengantin yang menghabiskan banyak waktu dengan mereka. Jika hubungan sangat dekat dan sering berbagi momen penting bersama, kehadiran mereka akan menambah kebahagiaan di hari spesial.

3. Kolega (10)

Dalam dunia kerja dan bisnis, ada beberapa orang yang mungkin memiliki peran penting dalam kehidupan calon pengantin. Kehadiran mereka dalam pernikahan bisa menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam kehidupan profesional atau sosial pengantin.

Rekan Kerja (5 orang)

Tidak semua rekan kerja harus diundang. Pilih hanya mereka yang benar-benar dekat dan sering berinteraksi di luar urusan pekerjaan.

Beberapa rekan kerja mungkin sudah seperti keluarga kedua, terutama jika telah bekerja sama dalam waktu lama dan sering berbagi cerita di luar urusan kantor. Kehadiran mereka bisa menjadi simbol dukungan dalam kehidupan baru pengantin.

Relasi Bisnis (5 orang)

Jika memiliki mentor atau mitra bisnis yang berperan besar dalam perjalanan karier, pertimbangkan untuk mengundang mereka sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi.

Beberapa relasi profesional juga bisa menjadi sahabat atau mentor yang sangat berpengaruh dalam kehidupan pengantin. Jika hubungan cukup dekat secara personal, mengundang mereka bisa menjadi cara untuk berbagi kebahagiaan.

4. Tetangga (20)

Jika memiliki tetangga atau kenalan yang sangat dekat, mereka juga bisa masuk dalam daftar tamu intimate wedding.

Tetangga (10 orang)

Pilih mereka yang sudah seperti keluarga dan sering berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran mereka akan menambah kehangatan acara.

Kenalan yang Memiliki Peran (10 orang)

Bisa berupa guru, mentor, atau seseorang yang pernah berjasa dalam hidup calon pengantin. Kehadiran mereka bisa memberikan makna lebih dalam pernikahan.

Beberapa orang dalam hidup mungkin tidak masuk kategori keluarga atau sahabat, tetapi memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup pengantin. Mengundang mereka bisa menjadi bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas peran mereka selama ini.

Apa saja yang harus dicantumkan dalam kontrak dengan vendor souvenir dan undangan?

Panduan Membuat Kontrak Vendor

Saat memesan souvenir dan undangan pernikahan, banyak calon pengantin hanya mengandalkan kesepakatan lisan dengan vendor.

Padahal, tanpa kontrak tertulis, ada risiko pesanan tidak sesuai harapan, terlambat dikirim, atau bahkan vendor membatalkan sepihak.

Untuk menghindari masalah ini, penting untuk membuat kontrak yang jelas agar semua kesepakatan terlindungi secara hukum.

Informasi Dasar

1. Identitas Kedua Pihak

Kontrak harus mencantumkan informasi lengkap vendor dan pelanggan, seperti:

  • Nama lengkap atau nama perusahaan vendor.
  • Alamat vendor dan pelanggan.
  • Nomor kontak yang bisa dihubungi.
  • Informasi legal vendor (jika ada), seperti NPWP atau SIUP.

Dengan informasi ini, jika ada kendala dalam pemesanan, kedua pihak bisa lebih mudah berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

2. Deskripsi Produk

Pastikan kontrak mencakup detail produk, termasuk:

  • Jenis souvenir dan undangan yang dipilih.
  • Spesifikasi bahan, warna, desain, dan ukuran.
  • Jumlah pesanan yang disepakati.
  • Ketentuan toleransi jumlah (misalnya, apakah vendor bisa mengirim lebih atau kurang dari jumlah yang dipesan).

3. Harga dan Ketentuan Pembayaran

Kontrak harus mencantumkan harga yang disepakati, termasuk:

  • Total biaya pesanan.
  • Skema pembayaran (DP, cicilan, atau pembayaran penuh di awal).
  • Metode pembayaran (transfer bank, tunai, atau e-wallet).
  • Biaya tambahan, seperti ongkos kirim atau layanan custom.

Pastikan semua biaya disebutkan dengan jelas agar tidak ada biaya tersembunyi yang muncul belakangan.

Produksi dan Pengiriman

1. Waktu Produksi dan Estimasi Pengiriman

Agar pesanan tidak terlambat, kontrak harus mencantumkan:

  • Durasi produksi souvenir dan undangan.
  • Estimasi pengiriman dan metode yang digunakan (kurir, ekspedisi, atau diambil sendiri).
  • Kebijakan vendor jika terjadi keterlambatan produksi atau pengiriman.

2. Biaya Tambahan

Kontrak harus menjelaskan ketentuan perubahan pesanan, seperti:

  • Biaya tambahan untuk revisi desain atau penambahan jumlah pesanan.
  • Waktu maksimal untuk mengajukan perubahan.

Jaminan Kualitas

1. Standar Kualitas

Untuk memastikan produk sesuai ekspektasi, kontrak harus mencantumkan:

  • Standar kualitas berdasarkan sampel yang telah disepakati.
  • Kesepakatan bahwa produk akhir harus sesuai dengan contoh yang diberikan.

2. Kebijakan Pengembalian

Kontrak juga harus mencakup ketentuan retur, seperti:

  • Prosedur klaim jika produk rusak atau tidak sesuai pesanan.
  • Batas waktu pengajuan komplain setelah barang diterima.
  • Solusi yang diberikan vendor (penggantian produk atau pengembalian dana).

Pembatalan dan Force Majeure

1. Pembatalan oleh Pelanggan

Vendor biasanya memiliki kebijakan terkait pembatalan pesanan. Pastikan kontrak mencantumkan:

  • Apakah DP bisa dikembalikan jika pelanggan membatalkan pesanan.
  • Syarat dan prosedur pembatalan yang diperbolehkan.

2. Pembatalan oleh Vendor

Vendor juga memiliki tanggung jawab jika mereka gagal memenuhi pesanan. Kontrak harus mencakup:

  • Solusi yang diberikan vendor jika mereka tidak bisa menyelesaikan pesanan (pengembalian DP atau kompensasi).

3. Force Majeure

Jika terjadi bencana alam atau situasi darurat lainnya, kontrak harus mencantumkan:

  • Kesepakatan mengenai solusi, seperti penundaan produksi atau pengembalian dana sebagian.

 

Sebelum menandatangani kontrak, baca dengan teliti dan pastikan semua poin yang dibutuhkan sudah tercantum dengan jelas.

Jangan ragu untuk berdiskusi dengan vendor agar semua kesepakatan menguntungkan kedua belah pihak.

8 Tips Hemat Budget Pernikahan

Tips Hemat Budget Pernikahan

Mempersiapkan pernikahan bisa jadi salah satu momen paling spesial dalam hidup, tapi kalau tidak direncanakan dengan baik, biaya yang keluar bisa bikin kantong jebol.

Buat kamu yang mau merayakan hari bahagia tanpa harus mengorbankan tabungan masa depan, tips hemat budget pernikahan ini bisa jadi solusinya.

Yuk, intip langkah-langkah cerdas berikut agar pesta pernikahan kamu tetap berkesan tanpa harus boros!

Tentukan Prioritas Pernikahan Kamu

Langkah pertama untuk menghemat budget adalah menentukan apa yang paling penting buat pernikahan kamu.

Apakah itu venue yang keren, makanan yang lezat, atau fotografer dengan hasil foto terbaik? Diskusikan dengan pasangan untuk menetapkan prioritas utama, jadi alokasi dana kamu lebih terarah.

Jangan sampai anggaran habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Pilih Tanggal Pernikahan di Luar Musim Ramai

Menentukan tanggal pernikahan di luar musim ramai (peak season) bisa membantu banget untuk menekan biaya.

Bulan-bulan tertentu, seperti akhir tahun atau musim liburan, biasanya membuat tarif venue dan vendor melonjak tinggi.

Pilihlah tanggal di luar musim tersebut, bahkan di hari kerja, supaya kamu bisa dapat harga yang lebih miring.

Kurangi Jumlah Tamu Undangan

Punya banyak tamu memang seru, tapi semakin banyak tamu, semakin besar juga biaya yang harus disiapkan.

Jadi, fokuskan undangan hanya untuk keluarga dekat dan sahabat.

Dengan mengurangi jumlah tamu, kamu bisa menghemat biaya katering, undangan, hingga souvenir pernikahan.

Pilih Gedung yang Terjangkau atau Gratis

Pertimbangkan gedung yang lebih terjangkau, seperti rumah sendiri, rumah keluarga, atau aula serbaguna yang harganya lebih bersahabat.

Kalau memungkinkan, pilih gedung yang bisa digunakan untuk upacara sekaligus resepsi supaya kamu tidak perlu menyewa dua lokasi berbeda.

Gunakan Souvenir dan Dekorasi Sendiri

Souvenir dan dekorasi sendiri bisa jadi cara hemat yang juga menambah sentuhan personal pada acara pernikahan kamu.

Misalnya, kamu bisa membuat lilin aromaterapi sendiri atau kemasan permen dengan dekorasi spesial.

Dekorasi sendiri seperti bunga kertas, hiasan dari bahan daur ulang, atau lilin-lilin dekoratif juga bisa memotong anggaran dekorasi secara signifikan.

Sewa Pakaian Pengantin atau Pilih Desain Sederhana

Kalau mau hemat, menyewa gaun pengantin dan jas adalah langkah cerdas.

Banyak jasa sewa pakaian pengantin yang menyediakan koleksi elegan dengan harga lebih terjangkau dibanding membeli.

Kalau kamu lebih suka gaun custom, pilihlah desain yang simpel dan minimalis supaya tetap terlihat cantik tanpa menguras budget.

Gunakan Undangan Digital

Undangan digital bisa memangkas biaya cetak undangan fisik yang biasanya cukup mahal.

Selain itu, undangan digital lebih cepat didistribusikan dan lebih ramah lingkungan.

Kamu bisa mengirim undangan ini lewat email, WhatsApp, atau media sosial, sehingga tamu bisa menerima undangan dalam waktu singkat.

Cari Vendor dengan Harga Terbaik

Sebelum memutuskan vendor, pastikan kamu sudah mencari dan membandingkan beberapa pilihan.

Jangan cuma fokus pada harga, tapi perhatikan juga layanan dan kualitas yang mereka tawarkan.

Jangan lupa untuk bertanya apakah ada promosi atau diskon khusus yang bisa kamu manfaatkan.

 

Merencanakan pernikahan yang hemat bukan berarti kamu harus mengorbankan keindahan acara.

Dengan perencanaan yang matang, kamu tetap bisa menikmati momen spesial tanpa harus stres memikirkan biaya yang membengkak.

Fokuskan anggaran pada hal-hal penting, manfaatkan solusi DIY, dan pilih vendor dengan bijak supaya pernikahan impian kamu tetap terwujud tanpa membuat kantong kosong.

Selamat mempersiapkan hari spesial kamu!

Mending Urus Acara Pernikahan Sendiri atau Pakai Wedding Planner?

Mending dibantu Wedding Planner? Atau?

Plasyina - Merencanakan pernikahan memang butuh banyak waktu, tenaga, dan perhatian ekstra.

Salah satu keputusan penting yang harus kamu ambil adalah: mau pakai jasa wedding planner atau urus semuanya sendiri?

Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Menggunakan Wedding Planner

Keuntungan

  • Pengalaman dan Keahlian:
    • Wedding planner sudah ahli dalam mengatur berbagai aspek pernikahan. Mulai dari memilih vendor sampai menyusun rundown acara.
  • Penghematan Waktu dan Energi:
    • Dengan adanya wedding planner, kamu tidak perlu repot mengurus detail teknis.
  • Jaringan Vendor yang Luas:
    • Wedding planner punya banyak koneksi dengan vendor terpercaya dan sering kali bisa mendapatkan harga lebih baik.

Kekurangan

  • Biaya Tambahan:
    • Menggunakan jasa wedding planner pasti menambah biaya, yang mungkin tidak sesuai dengan semua anggaran pernikahan.
  • Kehilangan Kontrol Penuh:
    • Karena banyak aspek diatur oleh wedding planner, kamu mungkin merasa kurang terlibat dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga :  Wedding Planner, Wedding Organizer & Wedding Coordinator

Mempersiapkan Pernikahan Sendiri

Keuntungan

  • Kontrol Penuh:
    • Semua keputusan ada di tangan kamu, dari tema sampai vendor.
  • Penghematan Biaya:
    • Tanpa menyewa wedding planner, kamu bisa mengalokasikan anggaran untuk hal-hal lain.
  • Kepuasan Pribadi:
    • Merencanakan sendiri bisa jadi pengalaman yang sangat memuaskan dan penuh kenangan.

Kekurangan

  • Memakan Waktu dan Energi:
    • Mengurus semua detail pernikahan bisa sangat menyita waktu dan energi.
  • Potensi Stres:

Perlu Dipertimbangkan

  • Hitung Biaya:
    • Cek dulu apakah budget kamu memungkinkan untuk menyewa wedding planner, atau lebih baik mengurus semuanya sendiri agar bisa menghemat.
  • Ketersediaan Waktu:
    • Jika kamu punya cukup waktu luang, mempersiapkan sendiri bisa jadi pilihan yang seru. Tapi jika kamu sibuk, wedding planner bisa membantu.
  • Seberapa Ingin Terlibat:
    • Tentukan seberapa besar kamu ingin terlibat dalam perencanaan. Jika ingin lebih santai, wedding planner bisa jadi pilihan tepat.

Perbandingan

Aspek Wedding Planner Mempersiapkan Sendiri
Kontrol atas Acara Terbatas Penuh
Biaya Lebih mahal karena ada jasa profesional Lebih hemat karena tidak membayar planner
Waktu dan Energi Lebih praktis dan tidak terlalu menyita waktu Lebih menguras tenaga karena mengatur sendiri
Jaringan Vendor Punya akses ke vendor berkualitas dengan harga lebih baik Harus mencari vendor sendiri dan melakukan negosiasi
Risiko Stres Lebih rendah karena semua diatur oleh profesional Lebih tinggi karena semua tanggung jawab di tangan sendiri

Wedding planner memberikan kemudahan dan layanan profesional, sementara mengurus pernikahan sendiri memberikan kontrol penuh dan bisa lebih hemat.

Pilihlah opsi yang paling sesuai dengan anggaran, waktu, dan seberapa besar kamu ingin terlibat dalam prosesnya.

Yang penting, pastikan pernikahan impian kamu berjalan sesuai rencana dan membuatmu bahagia!

Baca Juga : Cara Mengatur Budget Souvenir Pernikahan

Hemat Budget dengan Intimate Wedding

Hemat Budget dengan Intimate Wedding

Plasyina - Mau menggelar pernikahan impian tanpa menguras tabungan? Intimate wedding bisa jadi solusinya!

Konsep ini menawarkan suasana hangat, personal, dan tetap berkesan, sekaligus membantu kamu menghemat biaya.

Yuk, simak lebih lanjut tentang intimate wedding dan bagaimana cara mewujudkannya!

Apa Itu Intimate Wedding?

Intimate wedding adalah pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, biasanya hanya dihadiri keluarga inti dan sahabat dekat.

Biasanya, jumlah tamu maksimal adalah 60 orang.

Rinciannya, masing-masing pengantin dapat mengundang 10 tamu, dan orang tua dari kedua pihak juga mendapatkan jatah 10 tamu.

Sisanya adalah keluarga inti dan sahabat terdekat yang benar-benar memiliki hubungan penting dengan pengantin.

Dengan konsep ini, intimate wedding lebih fokus pada momen personal dan hangat, di mana kamu bisa menikmati waktu lebih dekat dengan orang-orang terpenting.

Selain itu, intimate wedding juga memberikan fleksibilitas untuk mengekspresikan tema dan gaya pernikahan sesuai keinginan tanpa tekanan untuk menyenangkan terlalu banyak pihak.

Baca Juga : Cara Menyusun Daftar Tamu Undangan

Hemat Budget

  • Mengurangi Biaya Katering:
    • Semakin sedikit tamu, semakin hemat biaya makan. Ini membuat kamu bisa memilih menu yang lebih spesial tanpa membengkakkan anggaran.
  • Memilih Gedung yang Lebih Kecil:
    • Lokasi seperti taman rumah, vila pribadi, atau ruang serbaguna bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis.
  • Fokus pada Hal Penting:
    • Kamu dapat mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan inti seperti dokumentasi, pakaian pengantin, dan makanan, tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk hal sekunder.

Selain itu, intimate wedding juga menciptakan suasana yang santai dan akrab.

Kamu punya kesempatan untuk berbicara langsung dengan setiap tamu, membuat momen lebih berkesan bagi mereka dan kamu sendiri.

/budget-plan-pernikahan-plasyina

Tips

  • Batasi Jumlah Tamu:
    • Tetapkan tamu maksimal 60 orang dengan rincian pengantin pria dan wanita masing-masing 10 tamu, orang tua masing-masing juga 10 tamu, dan sisanya bisa untuk keluarga besar atau sahabat dekat.
  • Pilih Gedung yang Hemat Biaya:
    • Lokasi seperti taman rumah, ruang komunitas, atau vila kecil bisa memberikan kesan elegan tanpa membuat kantong jebol.
  • Hapus Kebutuhan Sekunder:
    • Untuk menghemat lebih banyak, kamu bisa menghilangkan elemen sekunder seperti photobooth, live music band, atau dekorasi mewah. Fokuskan anggaran pada aspek yang benar-benar penting seperti makanan, gaun pengantin, dan dokumentasi.

Yang Bisa Dihilangkan

  • Photobooth:
    • Gantikan dengan latar sederhana di venue yang bisa dijadikan spot foto.
  • Dekorasi Berlebihan:
    • Pilih tema dan dekorasi minimalis yang tetap cantik, seperti rangkaian bunga sederhana atau tanaman hijau.
  • Suvenir Mewah:
  • Live Band:
    • Gunakan playlist musik favorit kamu dan pasangan untuk menemani suasana acara.

Diskusi dengan Keluarga

Menyelaraskan konsep intimate wedding dengan harapan orang tua bisa jadi tantangan tersendiri.

Jelaskan keuntungan intimate wedding, seperti suasana yang lebih akrab, hemat biaya, dan fokus pada tamu penting.

Dengan memberikan pemahaman yang jelas, mereka biasanya akan lebih menerima ide ini.

Libatkan orang tua dalam perencanaan, seperti menentukan daftar tamu dan memilih menu makanan.

Ini membantu mereka merasa tetap berperan tanpa harus mengubah konsep intimate wedding yang kamu inginkan.

Jika muncul perbedaan pendapat, diskusikan dengan kepala dingin dan temukan solusi bersama.

Baca Juga : Peran Orang Tua Sebagai Wedding Planner

mobil-pernikahan-acara-plasyina

Intimate wedding adalah solusi ideal untuk pasangan yang ingin menghemat budget tanpa mengurangi makna dan keindahan acara.

Dengan tamu maksimal 60 orang, lokasi yang hemat biaya, dan elemen sekunder yang bisa dihilangkan, kamu bisa menciptakan momen spesial yang hangat, personal, dan tetap berkesan.

Libatkan keluarga dalam perencanaan agar semuanya berjalan lancar dan sempurna.